Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

Jeep Wrangler Diesel


 



IIMS 2012,  Setelah Grand Cherokee SRT8 dan Chrysler 300C SRT8 ludes terjual, giliran Jeep Wrangler Sport Diesel Platinum yang diluncurkan secara diam-diam oleh PT Garansindo Inter Global dalam ajang IIMS 2012.


Mengusung mesin diesel terbarunya yang gahar dengan kapasitas 2,800 cc yakni, CHEETAH Engine 4-Segaris DOHC 16-valve Chain Driven yang dikliam memiliki performa hingga 200 hp pada 3.600 rpm seta torsi 460 Nm pada 1.600-2.600 rpm, mobil ini seakan menjawab keinginan para pecinta Jeep Diesel. Tak hanya itu, teknologi lain yang turut diboyongnya adalah sistem pengkabutan solar Common Rail Diesel Fuel Injection serta bahan bakar bertaraf EURO II Spec.


“Memiliki torsi terbesar di kelasnya, Jeep Wrangler Diesel merupakan salah satu model yang dinantikan oleh penggemar Jeep. Dengan beberapa penyempurnaan serta penyesuaian untuk karakter mobil di Indonesia, mobil ini dapat diisi bio solar,” ujar Rieva Muchsin, Chief Marketing Officer, Chrysler Indonesia.


Ditawarkan dengan harga Rp 805 juta of the road, Jeep Wrangler Sport Diesel 2012 telah disokong dengan ragam fitur pendamping performa dan kemampuannya sebagai kendaraan tangguh yang mewah. Tak lupa perangkat hiburan pun turut menjadi bagian dengan audio yang telah terintegrasi CD/MP3 Player, radio serta Aux-in yang semuanya disalurkan dalam 6 buah speker Infinity yang tersebar di dalam kabin.BosMobil.com -

Jeep Wrangler JK-8 Independent


 



IIMS 2012,  Meski sudah laku dengan kisaran harga mencapai Rp 1,5 miliar, namun tetap saja Jeep Wrangler JK-8 Independent yang mejeng tepat di depan deretan keluarga Jeep lainya menjadi salah satu icon penting yang menarik animo pengunjung untuk datang.


Varian Jeep yang satu ini memang berbeda dari model lainnya. Dari bentuk awal 4 pintu telah dirombak menjadi model dua pintu layaknya kendaran single cabin yang didukung dengan piranti Mopar selaku aksesories resmi untuk Jeep.


Ubahan utama mengacu pada body conversion tapi dilakukan tanpa mengurangi apalagi menghilangkan fitur dan fungsi utama dari mobil tersebut. Penambahan beberapa perangkat Mopar dilakukan tak hanya sebagai aksesories semata, namun juga untuk meningkatkan performanya terutama di bagian kaki-kaki yang dibuat lebih rigid dan kokoh.


Tampang seram menganut gaya pertualang dicirikan dengan tambahan dua lampu sorot lengkap dengan pangait derek berwarna hitam yang kontras dengan tampilan bodi yellow dozernya. Tak hanya itu dibagian kaki adanya pelek Mopar Classic Five-Spoke dengan balutan karet ban sebesar 37" juga menegaskan kesan machonya sebagai kendaraan penjelajah.


Tampang sangar didepan juga performa buasnya tak mengurangi efek kenyamanan penumpangnya. Bagian kabin masih sangat nyaman dan aman dengan beberapa piranti hiburan layaknya head unit layar sentuh, lapisan kulit pada jok juga sisi leg room yang cukup lapang. Bicara soal safety juga tak perlu untuk dipertanyakan lagi.BosMobil.com -

wow Grand Cherokee SRT8


 



 Gelaran The 20th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 menjadi kesempatan bagi PT Garansindo Inter Global untuk memperkenalkan dua model baru hasil racikan SRT.
Street Racing and Technology (SRT) merupakan divisi lain dalam kesatuan grup Chrysler dalam menciptakan mobil berperforma tinggi tapi masih enak untuk harian. Nah di IIMS 2012 ini, Grand Cherokee SRT8 serta Chrysler 300C SRT8 merupakan duo anyar yang ditawarkan Garansindo melalui divisi SRT-nya.
Grand Cherokee SRT8 dan Chrysler 300C SRT8- Lebih Bengis !
Berbeda dengan Grand Cherokee biasa, Grand Cherokee SRT8 merubah total mulai dari eksterior, interior, maupun mesin. Sisi eksteriornya, Grand Cherokee SRT8 sudah menggunakan velg 20 inci aluminium alloy dengan ban run flat tire pus rem Brembo 6 piston di depan serta 4 piston belakang. Sisi interiornya, Grand Cherokee SRT8 dibalut kulit asli dan jok bersistem pemanas. Ada pula aksen carbon fiber di bagian dashboard, sun roof dual panel, sporty pedal set dan padle shift.
Dari balik kap mesin, Grand Cherokee SRT8 diperkuat mesin berkonfigurasi V8 6.4-liter berdaya 470 hp di 6.000 rpm dengan torsi maksimum 630 Nm pada 4.300 rpm. Material mesin menggunakan aluminium deep skirt yang lebih ringan serta adanya teknologi yang memungkinkan mesin bekerja 4 silinder pada saat kecepatan rendah, tapi berubah jadi 8 silinder ketika berakselerasi.BosMobil.com -

Rabu, 03 Oktober 2012

Pick Up stylish


 




 


Pickup bertampang stylish mungkin memang tengah jadi tren di Indonesia. Beberapa pickup single cabin maupun double cabin (D-Cab) kini bukan cuma piawai menerjang medan-medan berat tapi juga penampilan yang necis dan modis meski tak meninggalkan kesan macho.

Begitu pun dengan Mazda All New BT-50 Pro. Inilah generasi terbaru Mazda BT-50, tampilannya berubah 180 derajat dibanding generasi pendahulunya, makin stylish. Woooww...Penasaran kan Bos dengan pickup stylish ala Mazda ini?

emanga keren yaa, tetep asyik di ajak maen, walaupun "pick up" hehe

Selasa, 02 Oktober 2012

Toyota Fortuner Turbo Diesel Siap Diluncurkan


 




Toyota Fortuner Turbo Diesel Siap Diluncurkan

wah keren yaaaa....
Toyota Fortuner Turbo Diesel akan meluncur dalam hitungan hari ke depan. Dalam informasinya, Toyota Astra Motor selaku ATPM di Indonesia menyebut adanya teknologi VNT atau variable nozzle turbo di dalam jantung pacunya.Turbo pada dasarnya memaksakan udara masuk ke ruang bakar dari tekanan gas buang ke turbin. Untuk teknologi VNT ini memungkinkan baling-baling turbin yang didorong oleh gas buang mengalami perubahan sudut atau posisi sesuai dengan putaran mesin.
Dengan demikian, VNT tidak menimbulkan apa yang disebut dengan "turbo lag". Kasus ini terjadi ketika tekanan gas buang kurang kuat untuk mendorong baling-baling turbin.
Bicara persaingan, SUV ini kelak akan head-to-head dengan Mitsubishi Pajero Sport Diesel di segmen mesin sejenis. Tambahan informasinya, diesel yang digunakan masih mengandalkan mesin 2.494 cc 4 silinder, 16-Valve DOHC, D-4D, seperti pada Toyota Hilux double cabin. Namun, VNT membuat tenaganya terdongkrak sekitar 40 HP dari 102 HP menjadi sekitar 140 HP pada putaran mesin 3.600 RPM. Tipe TRD-nya juga mungkin akan tersedia, selain juga tipe G, termasuk pilihan transmisi manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan.
Soal harga, Fortuner saat ini dijual mulai dari Rp 387 juta (Fortuner New 2,5 G Matik Diesel) hingga Rp 411,9 juta untuk versi TRD Fortuner New 2,5 G Diesel Matik. Dengan spesifikasi lebih, maka harga Toyota Fortuner Turbo Diesel VNT ini tidak jauh dari harga termahalnya, tetapi tetap dengan pilihan varian dengan ragam harga. (otosia/kpl/why/vin)

Minggu, 16 September 2012

Test Drive Dodge Journey


Test drive Dodge Journey

 


                
Day # 1 - Destination: Jakarta - Jawa Barat
BosMobil.com - Menjajal sebuah mobil keluarga memang lebih nikmat jika disi dengan pelesir menikmati sejarah sebuah kota atau sekedar wisata kuliner. Namun jika mobil itu Dodge Journey maka lain ceritanya.


Desain yang gagah dari SUV 7-seater asal Amerika Serikat (AS) itu memang sayang jika harus mencicipi "lembutnya" aspal jalan raya, namun perlu diajak sedikit menikmati alam liar.


Journey with Journey

Tujuan The Journey kali ini memang tidak terlalu jauh dari Ibukota. Perkebunan teh Gunung mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Meski hanya butuh sekitar 2 jam perjalanan dari Jakarta namun kawasan hijau ini punya alasan tersendiri sehingga kami pilih.


Perkebunan teh Gunung Mas Puncak merupakan sperkebunan teh terluas di Jawa Barat yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Berlokasi di Jl. Raya Puncak  Km.87 Cisarua Bogor, Jawa Barat, menuju kawasan ini bisa dilalui via jalan tol Jagorawi dari Jakarta. Perkebunan Gunung Mas berada setelah pertigaan Taman Safari Indonesia sebelum Mesjid Atta'awun Puncak Pas.


Jika sudah melewati Taman Safari Indonesia, Anda jangan terlalu memacu kendaraan Anda. Jika datang dari arah Jakarta, letak Gunung Mas ada di sebelah kanan jalan. Posisi gerbang masuknya yang ada di tikungan, membuat Anda harus hati-hati dan memperhatikan kendaraan lain yang sedang melaju.

Hirup Udara Sejuk Perkebunan Teh Gunung Mas


Perkebunan teh Gunung Mas berada diketinggian 800-1200 meter permukaan laut. Dengan ketinggian ini tentunya memberikan udara sejuk bagi siapa saja yang ada disekitarnya. Ini dia alasan kami memilih Gunung Mas sebagai tujuan 'The Journey with Dodge Journey'. Jarak yang tidak terlalu jauh dari Jakarta tapi di kawasan ini memberikan suasanan segar berkat sejuknya udara yang ada di sekitar.


Cukup banyak fasilitas yang dapat dinikmati di kawasan wisata agro Gunung Mas, diantaranya penginapan, berkuda, ATV, Flying Fox, wisata edukasi pabrik teh, hingga Tea Cafe. Tapi untuk bisa lebih menikmati pemandangan yang menakjubkan, kami terus naik hingga ke kaki Gunung Mas.


Setelah melalui pondokan-pondokan tempat pengunjung menginap, maka jalur selanjutnya yang harus dilalui yakni perkampungan warga sekitar. Bila diareal pondok penginapan jalan berupa kerikil padat, maka dipemukiman warga itu jalannya berupa batu-batu kali berukuran kecil. Tapi ini tentu bukan masalah bagi Dodge Journey yang punya karakteristik sebagai SUV 7-seater tangguh.


Trabas Hutan Gunung Mas


Jalur pemukiman warga sekitar itu hanya ditempuh sekitar 100 meter. Setelah itu ambil jalur ke kanan, maka Anda akan menemui tiang pancang sebagai penanda kawasan perkebunan. Disinilah kemampuan offroad Dodge Journey diuji!


Geser tuas trasnmisi 4-speed otomatik ke posisi "D" tekan pedal gas secara lembut, dan biarkan Dodge Journey merayap diantara jalan setapak perkebunan teh. Kami harus ekstra hati-hati, karena sebelah kanan merupakan jurang terjal, sementara di sisi kiri tebing tinggi. Jika kami meleset, pilihannya cuma dua, terjun bebeas ke jurang atau membenturkan bodi kokoh Dodge Journey ke tebing.



Tapi, berbekal ground clearance yang cukup tinggi dengan kaki-kaki yang kekar, Dodge Journey masih sanggup meladeni petualangan di antara belantara perkebunan teh. Meskipun sepanjang jalan itu medan yang dilalui cukup ekstrim.


Butuh sekitar sejam untuk kami menempuh lebih kurang 3 km perjalanan menuju puncak Gunung Mas. Tapi semua letih itu terbayar dengan pemandangan menakjubkan hasil ciptaan Sang Kuasa.


Sejenak Nikmati Sunset dari Balik Gunung


Pemandangan yang begitu mempesona membuat kami sedikit terlena dnegan waktu. Saat menatap jam tangan, waktu seudah menunjukkan pukul 17.00. "It's time to go home!" ucap seorang rekan The Journey BosMobil.


Namun sepanjang perjalanan turun menuju Jalan Raya Puncak, kami lalgi-lagi disuguhkan "tontonan gratis" yang begitu menimbulkan decak kagum. Bagaimana tidak, selama kami menuruni pergunungan, matahari mulai kembali keperaduannya. Efek yang ditimbulkan tentu cahaya jingga nan indah yang muncul dari balik pohon pinus yang berjejer rapih.

Menakjubkan!


Teks/Foto : Prs/Stanly

Test drive Nissan Navara Sportversion


Test drive Nissan Navara Sportversion

 


                 
Day # 1 - Destination: Jakarta - Bandung
BosMobil.com - Diakhir pekan yang super sibuk memang paling pas melakukan petualangan baru bertema alam.saatnya refresh pikiran dan jiwa kita dengan kesegaran alam dicampur sedikit adrenalin


Agar bisa melakukan petualangan yang seru pantasnya jika menggunakan kendaraan yang tangguh disegala medan. Nissan Navara Sportversion-lah jawabannya jika Anda butuh mobil yang berpenampilan macho serta punya ketangguhan melibas dua alam diwaktu bersamaan guna memenuhi jiwa petualang Anda.


Berbekal mesin YD25DDTi berkapasitas 2.5-liter diesel common rail turbo intercoller, Nissan Navara racikan Autech ini dipercaya punya daya maksimal 174 PS pada 4.000 rpm dengan torsi puncak 402 Nm di 2.000 rpm. Sumber tenaga sebesar itu lebih dari cukup untuk mengantarkan tim BosMobil melakukan fun adventure di akhir pekan beberapa waktu lalu.


Ya, kami memang menamainya fun adventure. Ini karena perjalanan kami begitu menyenangkan meski harus menahan liarnya tenaga badak berdimensi 5.230mm x 1.850mm x 1.780mm itu. Berbekal transmisi matik, melibas trek jalan aspal saat lepas dari Jakarta menuju salah satu kawasan perbukitan di Jawa Barat, double cabin Jepang itu melesat liar. Kami hanya tinggal menekan pedal gas lebih dalam untuk membiarkan Navara Sportversion ini meluncur cepat mengasapi mobil-mobil dibelakangnya.


Melewati medan menanjak dan sedikit berkelok, tenaga Nissan Navara Sportversion seperti tak pernah habis. Apalagi pada tuas trasnmisi ada tombol overdrive. Tinggal tekan, maka kami mendapatkan luapan tenaga instan yang lebih besar.


Hal yang sama juga masih terasa tatkala kami sudah tak lagi menjumpai medan beraspal. Cukup geser tuas transmisi ke posisi D, tekan pedal gas perlahan, maka Navara Sportversion mampu merambat perlahan menaiki bukit. Kalau dirasa tenaganya amsih kurang untuk mendaki, tinggal geser tuas transmisi ke posisi 3 atau 2, dan aktifkan fitur 4WD yang ada dibawah control AC.


Sesekali pedal gas pun diinjak lebih dalam dan membiarkan tenaga buasnya keluar. Hasilnya.. bumb..bumb..bumb.. d-cab yang dirilis di Indonesia beberapa bulan lalu itu sesekali loncat-loncat akibat medan tanah merah yang bumpy. It's fun!


Menariknya, meski jalan agenda menjelajah kawasan perbukitan yang dikelilingi kebun teh itu sama sekali tidak bersahabat, tapi penumpang di dalam kabin tidak terlalu dibuat pontang panting. Masih cukup nyaman untuk ukuran mobil pekerja keras seperti ini.



Saat tiba diatas bukit, pemandangan kebun teh yang hijau bak permadani menjadi obat meluluhkan rasa penat serta letih.

Berangkat dari Jakarta pada pagi hari, kemudian tiba di lokasi siang hari, maka waktu pun sudah mulai menjelang sore. Oke, cukup lah untuk adventure kali ini. Walau singkat tapi bisa sedikit menyegarkan otak. Yang penting fun !



Teks/Foto : Prs/Stanly


Mobnas gak di undang di IIMS


Mobnas gak di undang di IIMS 



Parah produsen Mobnas tidak di undang di IIMS


Jakarta, BosMobil.com - Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) seharusnya menjadi tempat untuk meningkatkan otomotif nasional, kok malah gak undang produsen dalam negeri sih?
Mobil-Nasional-Tawon
Bagaimana tidak, pihak Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) penyelenggara maupun Dyandra Promosindo selaku promotor acara IIMS 2012 tidak mengikutsertakan produsen mobil dalam negeri dalam daftar peserta pameran otomotif terbesar di Indonesia itu.
"Tidak ada tuh undangan baik dari Gaikindo atau dari Dyandra. Biasanya sih Dyandra yang hubungi kita itu pun di akhir-akhir waktu, mungkin ketika ada ruang kosong baru kita diundang," papar Ketua Bidang Marketing / Komunikasi Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa) Dewa Yuniardi kepada BosMobil.
Mobil-Nasional-Tawon
Dewa yang juga sebagai Commercial and Marketing PT Fin Komodo Terknologi yang merupakan produsen mobil Nasional (mobnas) Tawon dan Komodo mengungkapkan baik Fin Komodo ataupun rekan-rekan produsen mobnas lain hingga saat ini tidak menerima undangan dari panitia penyelenggara IIMS 2012.
Fakta ini jelas kontras sekali dengan pernyataan Ketua Penyelenggara IIMS 2012 Johnny Darmawan yang mengungkapkan bila pihaknya akan mengajak para produsen mobnas.
Mobil-Nasional-Tawon
Meski demikian Dewa menegaskan tidak pernah khawatir atau meminta kepada penyelenggara IIMS 2012 untuk diikutsertakan dalam hajatan akbar otomotif tersebut. "Tak diajak juga tidak apa-apa, mungkin lebih baik tidak ikut daripada diundang tapi untuk diejek seperti di IIMS tahun lalu," tutupnya.

Teks/Foto : Prs/BosMobil


Test drive jeep compass 2012


Jeep Compass 2012 


sumber

Playing With The Baby - Jeep Compass 2012                     Day # 1 - Destination: Jakarta - Lembang

BosMobil.com - Meski diklaim sebagai mobil yang lebih feminim dari jajaran line up Jeep lainya, namun Jeep Compass 2.4 Limited 2012 ini rupanya menawarkan sisi lain baik dari segi kemudahan berkendara dan juga sensasi fun to drive nya.


Penasaran dengan asumsi tersebut, kami pun bergegas mengetes mobil yang diklaim sebagai "Baby Grand Cherokee" itu oleh Chief Marketing Officer PT Garansindo Inter Global, Rieva Muchsin. Mulai dari jalanan rata alias beraspal sampai medan yang sedikit gravel dan bumpy di kawasan perkebunan teh Lembang rasa cocok mengingat bagaimana pun DNA sebagai kendaraan adventure tetap mendarah daging.


Melirik dari segi desain dan dimensi, Jeep Compass memang terlihat lebih memiliki desain yang compact. Tampang depannya mirip dengan Grand Cherokee, namun bagian belakang didesain lebih rata, bila bicara jujur dari segi bokong memang lebih sintal Grand Cherokee terlebih dengan posturnya yang gambot, tapi balik lagi ke pernyataan awal. Namanya juga baby pastinya memiliki dimensi yang lebih kecil ketimbang brothernya, bukan ? ...

Puas memperhatikan desian giliran masuk ke dalam kabin, menghidupkan mesin lalu injak pedal gas menuju kawasan Lembang - Bandung. Ketika melintasi dijalan Tol, mobil yang disokong dengan mesin 2.4-liter DOHC VVT berdaya 172 hp dengan torsi 165 lb-ft mampu menghadirkan performa yang baik meski saat tarikan bawahnya justru terasa berat. Tapi saat berada diputaran atas, mobil dengan gesit mampu melesat, sayangnya kami tak bisa benar-benar merasakan top speednya karena situasi rute yang padat.

Begitu masuk ke Bandung, situasi jalanan bertambah padat ... upsss, nyalakan dulu headunit yang telah teraplikasi fitur Uconnect  sebuah teknologi yang menjembatani media berupa ponsel, radio, pemutar MP3 dan gadged lainnya dalam satu alat.


Tak perlu repot untuk mencari mengotak-atik tombol head unit untuk mencari dan memutar lagu-lagu yang menemani anda ketika berkendara, cukup dengan menekan tombol yang ada di belakang gagang kemudi anda sudah bisa mengendalikan semua, bahkan untuk fitur telepon sekalipun.


Melaju ke atas kawasan Lembang, Jeep Compass mampu memberikan sensasi berkendara yang nyaman ketika bermanuver di medan kelok dan juga tak perlu kaku saat menyalip di jalan padat kendaraan layaknya beberapa pertigaan dan pasar yang kami lalui. Ini lah salah satu keuntungan dari sang Baby Grand Cherokee dengan dimensinya yang lebih ramping membuat Compass tak nampak canggung berada dikemacetan kota maupun dihadapi dengan medan parkir dengan dimensi ruang yang sempit.


Penasaran dengan akselerasinya, kami pun mengeser tuas otomatisnya ke mode manual menggunakan transmisi generasi ke-2 6-speed CVT. Serentak tarikan mesin jauh lebih responsif dibarengi dengan tiap-tiap perpindahannya yang halus tanpa efek menyentak yang dapat mengangu kenyamanan penumpang. Sesampainya di Lembang, kami  mencari medan yang sedikit menantang untuk menguji ketangguhan sang Baby yang juga telah dilengkapi dengan opsi fitur 4x4 dan mudah untuk diaktifkan, hanya tinggal menekas tuasnya yang berada di consule tengah.


Udara sejuk disertai pemandangan indah bukit dan gunung begitu juga hamparan perkebunan teh di kawasan Lembang membuat kami tak perlu lagi menggunakan AC di dalam kabin. Cukup menekan tombol di konsule atas tepat didekat spion, lalu berlahan kaca sun-roof terpampang tepat di atas kepala sehingga udara segar pegununganpun mengisi ruang kabin.

When The Baby Going Wild


Setelah beristirahat sejenak, kami mulai merambah masuk kedalam jalur perkebunan teh di kawasan Lembang. Tak seperti perkebunan teh biasanya, yang ini lumayan menantang dengan medan sedikit bumpy dan juga berliku dihiasi oleh genangan air dan lumpur walau tak terlalu berat layaknya off-road sungguhan tapi kami menganggap medan ini sudah cukup untuk menguji sedikit dari ketangguhan Jeep Compasss.


Disini kami memainkan fitur trasnmisi manualnya dengan menggunakan Autostick Technology, masukan gigi pertama mobil pun melaju melewati medan gelombang berumput. Memang penggunaan transmisi manual tak lebih dari gigi 3, tapi torsi yang dikeluatkan ternyata cukup fantastis.




Menerjang medan semak belukar sampai genagan air berlupur, sayangnya kami tak menemui medan menanjak untuk mengetes fitur HDC alias Hill Descent Controlnya begitu juga dengan 4X4nya, karena tanpa fitur tersebut medan sedikit kasar pun sudah mampu dilibas oleh Jeep Compass.


Masalah pengendalian ketika berpacu di medan bumpy pun terasa cukup terkendali dengan sokongan teknologi ESC (Electronic Stability Control) yang membantu arah kendali kendaraan. Sedikit goncang atau "shaky" di dalam kabin memang terasa, namanya juga medan gelombang, namun tak mengangu unsur kenyamanan karena sang Baby ini telah dilengkapi dengan Mac Pherson Strut, coil spring, damper, stabilizer pada bagan depan, dan multi-link, independent, coil spring plus real stabilizer dibagian belakang yang dikliam meredam goncang dengan baik.


Tak perlu khawatir pula dalam unsur keselamatan, meski datang sebagai adik Grand Cherokee standarisasi Jeep Compass telah full dilengkpai dengan sistem safety yang cukup matang. Mulai dari ABS, Electronic Roll Mitigation, SRS Airbag sampai dengan materi bodi yang terlapis serbuk baja. Pantas saja bila Compass dibandrol dengan harga Rp 555 juta off the road mengingat banyaknya fitur dan teknologi yang cukup canggih disematkan pada the baby ini.


Puas seharian bermain, kami tutup dengan menikmati pemandangan alam diperbukitan kebun teh. Sekaligus melepas lelah meladeni petualangan kami bersama Jeep Compass. Fiuuhh ....


teks/foto: Stanly